Ini Dia Alasan Dibalik Pencoretan Joe Hart dari Manchester City

Ini Dia Alasan Dibalik Pencoretan Joe Hart dari Manchester City

Pep telah mengenal filosofi ball possesion sejak masih belia dan terus berpegang teguh pada filosofi tersebut. Membangun serangan dari lini bertahan adalah taktik yang dia terapkan di Manchester City, sedangkan Joe Hart lebih sering memberikan bola lewat tendangan gawang.

Ini Dia Alasan Dibalik Pencoretan Joe Hart dari Manchester City

Manajer anyar Manchester City, Pep Guardiola, baru-baru ini menjelaskan alasan dibalik kenapa Joe Hart harus dicoret dari skuat asuhannya, menyusul belakangan terdengar kabar bahwa kiper timnas Inggris itu akan didepak dari Etihad Stadium dan akan digantikna oleh Claudio Bravo. Rupanya, gaya bermain Joe Hart yang cenderung kaku sebagai penjaga gawang dan jarang memberikan umpan langsung kepada pemain terdekat adalah alasan dibalik pencoretannya.

“Saya telah tumbuh dengan mengenal taktik dominasi permainan sejak 13 tahun, tentang bagaimana membangun serangan dari lini pertahanan. Apa yang anda lihat ini bukan isu romantisme. Semua ini bukan tentang sekedar menguasai bola. Ada alasan dibalik semuanya, dan tentu saja itu untuk membuat lebih banyak peluang dan kemasukan lebih sedikit gol.”

“Saya adalah sosok pelatih yang sangat ingin tim saya menguasai bola selama 90 menit – Saya mengerti, ada banyak pelatih yang tidak ingin seperti itu. Mereka mungkin berkata ‘Saya tidak suka bola, saya lebih suka menghukum lawan dengan taktik serangan balik’. Baik, mungkin hal itu terdengar sempurna. Tapi tidak dengan saya, karena saya justru sebaliknya. Saya ingin terus menguasai bola sepanjang laga dan sebanyak mungkin dengan satu tujuan saja, menyerang lebih baik dan kemasukan lebih sedikit dari serangan balik.”

”Saat saya menyaksikan tim ini bermain, kami bisa membangun serangan dengan transisi yang bagus dan mengalirkan bola, para pemain bisa menciptakan satu sampai dua peluang. Baik, itu bagus, karena mereka terlihat bisa memainkan bola panjang, dan mereka bisa memenangkan beberapa pertandingan dengan cara itu, saya punya pengalaman yang seperti itu”

“Tapi, seberapa lama gol yang datang dengan cara itu? Akan sama dengan seberapa cepat para pemain kembali ke lini belakang untuk membantu pertahanan. Itulah mengapa saya mencoba untuk berkeras betapa pentingnya sistem ini bagi para pemain saya. Ini adalah sebuah proses, dimana kami membutuhkan waktu untuk meningkatkan bagaimana cara kami untuk melakukan tendangan gawang dan juga membangun permainan dari lini belakang, bagaimana caranya menggunakan tiga hingga empat bek demi membuat sebuah pergerakan dalam pertandingan.”

“Saat para pemain mampu menngalirkan bola dari kiper ke bek bek tengah, bek sayap, gelandang bertahan, maka secara otomatis, semua akan terasa cair. Hal itulah yang membuat semuanya akan semakin mudah, Hal tersebut berarti pemain depan seperti Kevin de Bruyne, David Silva, Raheem Sterling, dan Jesus Navas akan menerima bola dalam kondisi yang lebih baik. Lapangan yang digunakan sangat luas, dan akan selalu ada ruang saat para pemain mengalirkan bola dari satu lini ke lini yang lain” Beber Pep kepada Express.

Related posts

Leave a Comment