Presiden FIFA Sambut Positif Penerapan Video Replay

Presiden FIFA Sambut Positif Penerapan Video Replay

VAR atau Video Assistant Referees, begitu mereka menyebut teknologi video replay untuk membantu pekerjaan wasit di atas lapangan. Presiden FIFA, Gianni Infantino sendiri mengaku sangat senang karena proyek yang telah lama dicanangkan itu akhirnya bisa terwujud.

Presiden FIFA Sambut Positif Penerapan Video Replay

Setelah Partai ujicoba Italia versus Prancis di Bari, Jumat (2/9) dini hari WIB menerapkan sistem Video Assistant Referees atau VAR, Presiden FIFA Gianni Infantino mengaku senang dan menganggapnya sebagai sejarah baru dalam dunia sepakbola.

Sebagai informasi, VAR sendiri adalah teknologi bantuan wasit yang melibatkan dua asisten wasit tambahan di luar lapangan dimana, mereka akan ditugaskan untuk melihat video rekaman pertandingan dan akan berkomunikasi dengan wasit di lapangan selama laga tersebut berlangsung. Dengan kata lain, Teknologi Video Replay yang telah lama direncanakan akhirnya bisa diterapkan.

Teknologi tersebut sejatinya diterapkan dalam pertandingan yang dimenangi Prancis 3-1 itu. Tak butuh waktu lama, Teknologi tersebut langsung memunculkan dampak, wasit yang memimpin pertandingan itu sempat bingung dibuatnya saat akan memberikan kartu merah atau kartu kuning kepada salah seorang pemain Timnas Prancis.

Kendati begitu, Presiden FIFA tetap senang dengan penerapan yang bisa dikatakan telah berhasil ini, dan Infantino kemudian mulai mewacanakan untuk menerapkannya pada Piala Dunia 2018 mendatang di Rusia.

“Dalam pandangan saya, VAR akan sangat berguna untuk memberi saya informasi selama sembilan atau sepuluh detik [setelah kejadian]. Kartu kuning ternyata cukup, pada pertandingan tadi, sejarah baru dalam sepakbola sudah tercipta. Setelah bertahun-tahun berdiskusi, pada akhirnya kita bisa menerapkan itu secara langsung,”

“Saya sangat berterima kasih kepada federasi sepakbola Italia, federasi Sepakbola Prancis, RaiTV dan sejumlah wasit yang telah bekerja dengan baik. Ini akan menjadi sebuah catatan yang amat positif, Kita semua cinta sepakbola dan kita harus memberikan bantuan kepada para pengadil agar tidak mendistorsi pertandingan sepakbola. Kami akan terus mencobanya sampai tahun 2018, kemudian IFAB lah yang nanti bakal memutuskan hasil akhirnya,” demikian ujar Suksesor Blatter tersebut seperti dikutip di laman resmi FIFA.

Related posts

Leave a Comment